Pangan bukan sekadar soal makan hari ini, tapi juga masa depan. Namun, kebijakan yang mengatur soal pangan dan pejuang pangan seperti petani dan nelayan sering kali hanya jadi komoditas politik. Praktik kebijakan pangan sering bersifat dari atas ke bawah, proteksionis, dan juga populis. Hal ini justru menjerat para pejuang pangan kita dalam ketergantungan.
Niatnya melindungi, tapi kenyataannya membelenggu.
Dampaknya jelas, petani dan nelayan sulit keluar dari kemiskinan, ruang tumbuh mereka terbatas, dan sistem pangan kita menjadi rapuh karena bertumpu pada pelaku yang tidak diberi ruang untuk mandiri.
Angka-angka ini adalah alasan mengapa kita tidak bisa diam saita
Wajah Kemiskinan
Hampir 50% penduduk miskin ekstrem di Indonesia bekerja di sektor pertanian.
(BPS, 2024)
Jeratan Pendapatan
Hampir 7 dari 10 petani harus bertahan hidup dengan kurang dari Rp75.000 per hari, bahkan di bawah itu.
(BPS, 2025)
Kebijakan yang Menjerat
Dari ambisi menggarap lumbung pangan di lahan gambut yang memicu utang, hingga subsidi pupuk kimia yang merusak kesuburan tanah, petani kehilangan kebebasan untuk memilih apa yang terbaik bagi lahan mereka.
Kebebasan Semu
Nelayan kecil diberikan kebebasan pajak, namun tanpa Hak Kelola Eksklusif, mereka kalah bertarung melawan kapal industri besar di perairan mereka sendiri.
Kami percaya bahwa masa depan pangan Indonesia tidak bisa ditentukan hanya dari meja birokrasi. Ketahanan pangan sejati lahir dari sistem yang memberikan kebebasan, akses pasar, dan hak kepemilikan bagi pelaku pangan.
MAPAN adalah gerakan kolektif untuk memperjuangkan masa depan pangan Indonesia dengan menempatkan petani dan nelayan sebagai aktor utama. Kami meyakini bahwa ketahanan pangan hanya bisa tercapai jika para pejuang pangan hidup sejahtera dan memiliki ruang untuk berinisiatif.
Diinisiasi oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), MAPAN menggabungkan suara akar rumput dengan riset kebijakan berbasis bukti untuk mendorong reformasi sistem pangan yang selama ini justru membatasi petani dan nelayan. Arah gerakan ini berfokus pada pentingnya membuka akses pasar, memperkuat kebebasan berusaha, dan melindungi hak atas sumber daya bagi petani dan nelayan.
Melalui MAPAN, kami mengajak publik, media, komunitas, dan CSO untuk memperjuangkan hak petani dan nelayan agar dapat mandiri, berdaya, dan sejahtera demi masa depan pangan Indonesia.
Berdaya bersama Petani dan Nelayan untuk Masa Depan Pangan